Edisi rumah ibu dan bapak angkat
![]() |
| Rudiansyah |
Selang beberapa bulan kemudian
aku mendapat info dari salah seorang sepupu ku yang bernama laila….ia,,
mengajak aku untuk tinggal bersamanya di rumah milik orang kaya kemurutku, di
situ aku memiliki tugas dan tanggung jawab serta pekerjaan yang baik dan di
situ aku juga di beri banyak ilmu ilmu yang tidak aku dapatkan di sekolahan,
dan di sini untuk biaya sekolah dan buku sudah di bayarkan oleh ibu yang punya
rumah itu yang ku anggap sampai saat ini adalah ibu dan ayah angkat ku, tapi aku
masing belum dapat mengerti sampai saat ini apakah mereka menggap diri ku ini
juga sebagai anak angakatnya. Setelah waktu sholat subuh aku juga sudah harus
bekerja menyapu lantai atas dan mengepelnya serta membersihkan dua buah kamar
mandi di dalam rumah itu, setelah pekerjaan itu selesai
aku harus menyiapkan dua buah motor untuk ibu dan ayah angkatku untuk mereka pergi bekerja, tak hanya menyiapkan, aku juga harus membersihkannya jika ada bagian bagian motor yang kotor, selanjutnya jika ini sudah usai akan di lanjutkan dengan membersihkan rumput rumput yang tumbuh di halaman belakang, bukan dengan parang atau sejenisnya akan tetapi dengan mencabut helai demi helai rumput yang tumbuh di halaman taman belakan rumha itu.
aku harus menyiapkan dua buah motor untuk ibu dan ayah angkatku untuk mereka pergi bekerja, tak hanya menyiapkan, aku juga harus membersihkannya jika ada bagian bagian motor yang kotor, selanjutnya jika ini sudah usai akan di lanjutkan dengan membersihkan rumput rumput yang tumbuh di halaman belakang, bukan dengan parang atau sejenisnya akan tetapi dengan mencabut helai demi helai rumput yang tumbuh di halaman taman belakan rumha itu.
Saat semua orang di rumah itu
pergi bekerja tinggallah diriku seorang diri, terkadang saat tiba jam sepuluh
pagi aku sudah selesai mencabut cabit rumput di halaman belakang itu, dan ku
lanjutkan dengan bersiap diri untuk berangkat kesekolah dan pulang pada pukul
lima sore. Terkadang saat malam tiba aku hanya berdiam diri di kamar atau
dilantai atas dan bahkan aku duduk termenung untuk menatap nasib ku di atas
loteng rumah itu, terkadang juga saya mengajar anak dari ibu dan bapak angkat
saya itu untuk bisa membaca Al-Quran dan belajar pelajaran sekolahnya,
begitulah keseharian yang aku jalani dalam menempuh hidup ku.
Banyak hal yang aku dapat kan
dirumah itu ada dalam bentuk ke susahan da nada juga berkesan kegembiraan dan
semuanya itu adalah pelajaran hidup atau sebagai bekal untuk hidup kedepanya.
Saat dirumah itu, kesibukan akan bertambah jika menjelang bulan puasa karena di
rumah itu juga membuka usaha jual furniture seperti kursi,almari,sofa,tempat
tidur Dll. Saat barang barang itu pada datang di situlah kesibukan di mulai,
pertama dimulai dengan menghitung barang yang masuk, ini tidak terlalu berat
menurutku pada saat itu hanya akan terasa berat jika saat membuak semu bungkus
bungkus furniture tersebut serta menyusun sesuai dengan jenisnya masing masing,
ini terasa berat bukan karena tidak ada bantuan akan tetapi yang ada di rumah
ini selain bapak dan anaknya hanya saya sendirilah yang peria, yang lainnya
perempuan.
Setelah pekerjaan di atas aku
lakukan dengan beberapa hari dan semuanya telah usai, kesibukan berubah yaitu
mengecek barang barang tersebuat apakah ada yang rusak dan jika ada, akan
langsung di perbaiki oleh bang Bakar. Bang bakar adalah seorang ahli dalam
servis furniture, semua jenis kurusakan dapat di baguskannya kembali, baik
kerusakan kecil bahkan kehancuran, semua dapat teratasi dengan baik, bang bakar
ini juga seorang yang menjadi peran pemutivasi dalam hidup saya, karena banyak
saran saran dan nasehat nasehat yang diajarkannya kepada saya. Bang bakar
bekerja sunguh sampai larut malam, terkadang ia pulang jam 12 malam dan taka
jarang ia selesai bekerja hingga jam satu subuh, di sini badanku terasa semakin
berat karena harus menemani bang bakar memperbaikai yang rusak dan setelah bang
bakar pulang barulah aku bisa tidur dan aku harus bekerja lagi setelah subuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar