Kamis, 09 Februari 2017

MY LIFE

Orang tua Rudiansyah
Awal kehidupan
Berawal kisah dari sebah desa yang sederhana dan terbentanglah sebuah sungai besar di setiap depan rumah warga di desa ini (sungai pulau), tepatnya aku di lahirkan 12 april 1990.
Aku terlahir dari seorang ibu bernama jubaidah dan seorang bapak bernama abdurahman dan aku di beri nama oleh datok dari ibuku (Ridiansyah)
Kemajuan tidak tampak terlihat jelas di desa pingiran kota ini, namun penerangan dari PLN sudah ada dalam seingat ku pada waktu kecil dulu namun sungguh di sayangkan, biasanya dalam sepengatuhan ku saan ini, desa desa yang ada di luar sana justru jalannya terlebih dahulu baru peneranganya nah di sini malah  sebaliknya.

PONTIANAK

.......edisi pindah ke kota pontianak…....
RUDIANSYAH
Akhir tahun ajaran sekolah, saat itu aku adalah salah satu lulusan di salah satu sekolah madrasa dan pada saat itu aku sudah mengenal cinta dan rasa cinta, singkat kata aku memiliki pacar (katanya) bisa di katakana cinta monyetlah. Aku bersekolah di salah satu sekolah islam di kota Pontianak dan aku tinggal di asrama sekolahan tersebut, di situ aku tidak hanya tinggal secara geratis akan tetapi aku memiliki berbagai macam tugas tugas yang harus aku kerjakan pada setiap harinya, yaitu menutup dan membuka setiap ruang kelas yang akan di pakai untuk belajar serta membersihkan seluruh ruangan tersebut baik mengunakan sapu dan mengepel, selain tugas itu aku juga bertugas mengisi bak air wc serta mencuci dan menyikatnya setiap pagi hari, begitulah rutinitas yang aku lakukan jika di luar jam sekolah dan aku di beri gaji setelah di potong uang asrama 75.000/bulan atau setara dengan uang SPP saya di sekolah ini.

Pindah Tempat Tinggal

Edisi rumah ibu dan bapak angkat
Rudiansyah
Selang beberapa bulan kemudian aku mendapat info dari salah seorang sepupu ku yang bernama laila….ia,, mengajak aku untuk tinggal bersamanya di rumah milik orang kaya kemurutku, di situ aku memiliki tugas dan tanggung jawab serta pekerjaan yang baik dan di situ aku juga di beri banyak ilmu ilmu yang tidak aku dapatkan di sekolahan, dan di sini untuk biaya sekolah dan buku sudah di bayarkan oleh ibu yang punya rumah itu yang ku anggap sampai saat ini adalah ibu dan ayah angkat ku, tapi aku masing belum dapat mengerti sampai saat ini apakah mereka menggap diri ku ini juga sebagai anak angakatnya. Setelah waktu sholat subuh aku juga sudah harus bekerja menyapu lantai atas dan mengepelnya serta membersihkan dua buah kamar mandi di dalam rumah itu, setelah pekerjaan itu selesai

ASMARA CINTA

Asmara cinta
Rudiansyah  (RSN)
Dalam perjlanan waktu yang semakin berlalu, di rumah itu kedatangan seorang gadis yang lumayan cantik menurutku, dia adalah salah seorang keponakan bapak angkat saya, dia mulai tinggal dirumah ini untuk kuliah dan juga membantu aktifitas keseharian di rumah ini, sebuat saya RSN namanya. Seoarang gadis manis berambut ikal dan bermata sayu serta berkata merdu dan yang pasti beranak manja, itulah perkiraan keperibadian orangnya. Diam diam diri ini menyimpan perasaan yang lain kepadanya sehingga semakin kuat hati ini mengatakan agar lidah ini mengucapkan kata manis dan baik kepadnya agar ia dapat mengetahui apa yang sedang aku rasa, pada saat itu dan terjadilah komunikasi antara aku dan dirinya tepat pada malam hari di lantai dua di rumah ibu angkat saya dan aku belum memenuhi hasil yang seperti yang ku harapkan karena aku harus memberinya waktu untuk berfikir dan aku harus berbuat yang terbaik untuknya, setelah seminggu telah berlalu kini yang kuharapkan dan yang aku impikan untuk hidup mulai berbagi bersamanya walau belum di legalkan

Awal Pernikahan

Rudiansyah & Ahaliana
Saat ini aku hidup jauh dari sanak keluargaku dan aku sudah menikah dan sudah memiliki seorang anak perempuan serta istriku saat ini juga lagi sedang mengandung anaku yang kedua(14-3-2016), aku mengenal istriku dari sebuah perusaaan di kota Pontianak, saat itu aku menjabat sebagai salah seorang trainer di perusahan tersebut dan dia salah seorang pekerja yang baru masuk dan di saat itulah dimulai kisah kasih antara kami hingga saai ini. Setelah aku menikah aku berhenti bekerja di perusahan tersebut karena ada hal hal yang tidak disenangi oleh isttri ku pada saat itu.
perjalanan pernikahan kami, aku memutuskan untuk tinggal di desa kedua orang tuaku dan aku memutuskan untuk memulai hidup baru di sana, aku membuat lamaran kerja di beberapa perusahaan sawit yang sedang berkembang namun

Semak Belukar

Di awal dari rasa semangat yang sangat tinggi kaki ini dengan kencang mengayuh kendaran beroda dua ini yang berbahan bakar tenaga ku sendiri, hari demi hari terus kujalani untuk memenuhi kehidupan keluarga kecil ku. Ditempat kerja baru ku.
7
6
5
4
3
2
1